Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Jember kembali mengukir prestasi di tingkat International. Prestasi tersebut di raih oleh Andika Prastika (Teknik Kimia 2018) beserta Tim dalam ajang World Youth Invention And Innovation Award, Competiton (WYIIA) 2021 yang diselenggarakan secara daring oleh Indonesia Young Scientist Asociation (IYSA) yang berkolaborasi dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)  pada 18-21 Agustus 2021. Even ini merupakan ajang Kompetisi Paper Essai yang terdiri dari beberapa kategori diantaranya Mathematics, Technology, Environment, Energy and Engineering, Life Sciences, Social Sciences, Physic, dan Education. WYIIA adalah salah satu event terbesar dan penting di tingkat DUNIA. Kompetisi ini diikuti oleh sekitar 377 Tim Peserta dari 35  Negara di Dunia,  seperti Yemen, Iran, Turkey, Bangladesh, Malaysia, India, Irak, Rusia, Thailand, Mexico, Romania, South Korea, Vietnam, Palestina, Algeria, Kuwait, Ini Emirat Arab, Suriah, Prancis, Cina, Colombia, Croatia, Azerbaijan, Pakistan, Macedonia, Jordan, Nepal, Tunisia, United State, Canada, Philipina, Zimbabwe, Afrika, Puerto Rico, Indonesia, dan lain sebagainya

Dalam acara ini, Andika Prastika berkolaborasi dengan tim lintas fakultas yang terdiri dari :

  1. Andika Prastika (Teknik Kimia – FT)
  2. Royhan Saydi (Agroteknologi – FAPERTA)
  3. Ahmad Burhanudin (Agribisnis – FAPERTA)
  4. Safira Ummah (Agribisnis – FAPERTA)
  5. Yayuk Fatmawati (Pendidikan Biologi – FKIP)

Andika beserta tim mengikuti even dengan kategori Enviromental Science untuk tingkat Higher Institutions Students (Universitas) yaitu dengan judul Alternatif Organic Pots (Waste of Cassava Peel and Husk Charcoal) to Substitute Polybag in Chili (Capsicum frustescens L.) Nursery  to Decrease Plastic Use in Agricultural Sector. Gagasan ini bermula dari melihat Petani cabai rawit di Indonesia sebagian besar menggunakan polybag sebagai media perkembangan cabai rawit. Peningkatan penggunaan polybag mengakibatkan permasalahan lingkungan yaitu meningkatkan limbah plastik, mencemari lingkungan dan mengurangi kesuburan tanah. Alternatif penggunaan media tanam yang ramah lingkungan tentu dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan ini. Cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan polybag yaitu menggunakan pot semai dari bahan organik. Singkong merupakan salah satu produk pertanian yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Produktivitas singkong yang tinggi berkorelasi positif dengan peningkatan jumlah limbah kulit singkong, sehingga dibutuhkan alternatif untuk menanganinya. Indonesia merupakan salah satu penghasil singkong terbesar. Produksi singkong pada tahun 2020 mencapai 21.801.415 ton (Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, 2020). Andika mengambil sebuah analisis solusi dari permasalahan dan potensi yang telah dijelaskan yaitu pemanfaatan limbah kulit singkong sebagai media perkembangan cabai rawit dengan memanfaatkan limbah kulit singkong dan arang sekam sebagai pengganti polybag.

Biopot kulit singkong dan arang sekam ini merupakan produk ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah untuk mengurangi limbah. Bisa ditanam langsung ke tanah bersama bibit cabai, berbeda dengan polibag. Bentuknya yang unik dan mudah diterapkan. Produk ini memiliki nutrisi yang baik untuk pertumbuhan cabai rawit. Bio pot kulit singkong dan arang sekam cepat hancur dan terurai oleh tanah sehingga tidak merusak tanah dibandingkan dengan polybag yang sulit terurai.

Acara awarding ceremony dilaksanakan secara daring. Alhamdulillah, Andika Prastika bersama tim memperoleh penghargaan Bronze Medal kategori Enviromental Science dengan menyisihkan pesaing-pesaingnya yang berasal dari berbagai negara. Semoga ini bisa memberikan kontribusi nyata dan mengharumkan Almamater tercinta, Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Jember dan juga Negara Indonesia di kancah internasional, serta dapat menginspirasi dan memotivasi rekan-rekan mahasiswa S1 Teknik Kimia Universitas Jember.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *