Tim Netzerion yang beranggotakan tiga mahasiswa Teknik Kimia Universitas Jember berhasil mengukir prestasi membanggakan di kancah internasional melalui ajang International Plant Design Chemical Engineering Competition (IPDCEC) 2026. Tim Netzerion terdiri dari Benediktus Dwi Rifaldo (241910401002), Eka Novitaningrum (241910401016), dan Nada Efia Pradipta (251910401036) ini berhasil melaju hingga babak final dan membawa pulang penghargaan Best Idea setelah bersaing dengan lima tim finalis lainnya di Kota Lhokseumawe, Aceh. Tim Netzerion ini dibimbing oleh Ir. Felix Arie Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D.
Karya Inovatif di Bidang Energi Bersih
Dalam kompetisi ini, Tim Netzerion mengangkat judul karya “Preliminary Design of a 1,000,000 Ton/Years Low Carbon Blue Ammonia Plant Using Sulfur Resistant Fe2TiO5 Based Gas Switching Reforming Technology”. Karya tersebut merupakan rancangan awal pabrik amonia biru berkapasitas satu juta ton per tahun yang mengusung konsep rendah karbon, dengan memanfaatkan teknologi gas switching reforming berbasis material Fe2TiO5 yang tahan terhadap sulfur. Topik ini relevan dengan isu global mengenai transisi energi bersih dan pengurangan emisi karbon di sektor industri kimia.
Satu Bulan Penuh Perjuangan
Proses penyusunan karya untuk kompetisi ini dikumpulkan dalam bentuk laporan dengan waktu pengerjaan hanya satu bulan. Tantangan menjadi lebih besar karena Tim Netzerion ini beranggotakan mahasiswa semester 2 dan semester 4, sehingga banyak materi yang harus dipelajari dari nol sembari mengerjakan proyek, mulai dari perancangan proses, penggunaan software Aspen HYSYS, analisis energi, hingga penyusunan kelayakan ekonomi pabrik.
Agar waktu yang terbatas dapat dimanfaatkan secara maksimal, Tim Netzerion membagi tugas dan secara rutin mengadakan evaluasi serta diskusi di setiap tahap pengerjaan. Meski kerap menemui kendala dalam progres maupun perhitungan, dukungan dan bimbingan dari Ir. Felix Arie Setiawan selaku dosen pembimbing membuat proses pengerjaan terasa lebih ringan.
Setelah satu bulan berjuang, hasil kerja keras Tim Netzerion membuahkan hasil di luar dugaan: laporan yang mereka susun berhasil mengantarkan mereka lolos ke babak final dan bersaing langsung dengan lima tim finalis lainnya di Lhokseumawe, Aceh. Pada akhirnya, Tim Netzerion ini dinobatkan sebagai peraih kategori Best Idea dalam ajang IPDCEC 2026, berkat kerja keras, kekompakan Tim Netzerion, serta doa dari keluarga, dosen, dan teman-teman.
Lebih dari Sekadar Kemenangan
Bagi Tim Netzerion, pengalaman mengikuti IPDCEC tidak hanya mengasah keterampilan teknis di bidang Teknik Kimia, tetapi juga menjadi pelajaran berharga dalam mengelola waktu, membangun kerja sama tim, serta menumbuhkan ketabahan, ketangguhan, ketelitian, dan keberanian untuk menghadapi masa depan.
Mereka juga menyadari bahwa kemenangan tidak selalu diukur dari medali atau gelar juara. Bagi mereka, kesempatan untuk bertemu dan bersaing dengan orang-orang hebat dari berbagai daerah adalah sebuah pencapaian tersendiri. Seperti yang mereka ungkapkan, “Siapa yang peduli kita merupakan yang terburuk di sana? Nyatanya, kita berhasil berada di ruangan itu.”
Pesan untuk Generasi Muda
Menutup kisah perjalanan mereka, Tim Netzerion ini menitipkan pesan motivasi bagi mahasiswa lain yang ingin mengejar mimpi:
“There is no free lunch, artinya kalian harus memperjuangkan apa yang kalian impikan dan inginkan.”
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, kolaborasi, dan bimbingan yang tepat mampu membawa mahasiswa dari berbagai tingkatan semester untuk bersaing dan bersinar di panggung internasional.