Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Jember (UNEJ) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 10 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan melalui audiensi, diskusi teknis, dan kunjungan lapangan langsung ke fasilitas laboratorium UGM.
Rombongan Program Studi S1 Teknik Kimia UNEJ yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari empat orang, yaitu Ir. Felix Arie Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., Ir. Istiqomah Rahmawati, S.Si, M.Si, IPM, Ir. Meta Fitri Rizkiana, S.T., M.Sc., dan Ansori, S.T., M.T. Kegiatan ini bertujuan menggali praktik baik (best practices) dari salah satu program studi teknik kimia terkemuka di Indonesia, guna diadaptasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Program Studi Teknik Kimia UNEJ yang relatif masih muda.
Berbagai Aspek yang Didiskusikan
Diskusi antara kedua institusi mencakup tujuh aspek utama pengelolaan program studi.
Pertama, terkait pengelolaan sarana dan prasarana laboratorium, UGM menerapkan skema upgrading alat secara bertahap dengan sumber pendanaan dari UKT mahasiswa maupun hibah penelitian.
Kedua, dari sisi sumber daya manusia dan tata kelola, terungkap bahwa student body Program Studi Teknik Kimia UGM untuk jenjang S1, S2, dan S3 mencapai sekitar 800 mahasiswa, dengan komposisi dosen sekitar 80% berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS).
Ketiga, dalam hal pengembangan dan evaluasi kurikulum, UGM melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti alumni, praktisi industri, dosen, pengguna lulusan, dan advisory board melalui mekanisme Focus Group Discussion (FGD). Evaluasi kurikulum dilakukan secara berkala menggunakan analisis SWOT, dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang diselaraskan dengan standar akreditasi internasional seperti IABEE. UGM juga mengembangkan mata kuliah intensifikasi sebagai penciri keilmuan, meliputi Hayati Terpadu, Keselamatan Proses dan Lingkungan, Simulasi dan Optimasi, serta Metalurgi Berkelanjutan.
Keempat, pada aspek kerja praktik, penelitian, dan tugas akhir, UGM menetapkan masa Kerja Praktik maksimal 3 bulan melalui skema kerja sama (MoU) dengan industri. Kegiatan penelitian mahasiswa mulai diarahkan sejak semester 6, dilanjutkan penyusunan Tugas Akhir pada semester 8 dengan syarat topik berskala non-mini plant. Mahasiswa dengan IPK di atas 3,00 bahkan diberi kesempatan mengambil topik Tugas Akhir lebih awal, yaitu pada semester 7.
Kelima, dari sisi pembelajaran dan asesmen, UGM menerapkan metode studi kasus dan problem-based learning, dengan ujian komprehensif yang dilaksanakan melalui platform Moodle.
Keenam, terkait penjaminan mutu, sistem internal UGM didukung rekapitulasi data berbasis Excel serta workshop evaluasi setiap akhir semester, dengan tindak lanjut hasil evaluasi disampaikan melalui surel kepada dosen terkait.
Ketujuh, dalam hal tracer study dan kegiatan kemahasiswaan, UGM memanfaatkan sistem SIMASTER serta grup komunikasi alumni melalui Telegram untuk mendorong partisipasi pengisian tracer study. UGM juga aktif mendorong keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi ilmiah seperti Chem-E-Car.
Kendala yang Dihadapi
Meski kegiatan berjalan lancar, tim Program Studi Teknik Kimia UNEJ mengidentifikasi sejumlah kendala dalam mengadopsi praktik UGM secara langsung. Kesenjangan sumber daya pendanaan menjadi tantangan utama, mengingat alokasi dana pengembangan sarana-prasarana di UGM mencapai kisaran Rp10-12 miliar, jauh lebih besar dibandingkan kapasitas anggaran Program Studi Teknik Kimia UNEJ yang relatif baru berdiri. Harga peralatan laboratorium utama, seperti unit praktikum distilasi dan pengendalian proses berskala industri, juga tergolong mahal sehingga memerlukan perencanaan investasi bertahap.
Selain itu, perbedaan skala student body dan status kepegawaian dosen antara kedua institusi menyebabkan beberapa praktik tata kelola SDM di UGM tidak dapat langsung diterapkan di UNEJ. Waktu kunjungan yang terbatas selama dua hari juga menyebabkan sejumlah topik, khususnya detail teknis penjaminan mutu dan sistem informasi akademik SIMASTER, belum dapat digali secara mendalam.
Rekomendasi Perbaikan
Berdasarkan hasil diskusi, tim merumuskan sejumlah saran perbaikan bagi Program Studi Teknik Kimia UNEJ, di antaranya:
- Menyusun peta jalan (roadmap) pengadaan dan upgrading alat laboratorium secara bertahap dengan skema pendanaan kombinasi antara UKT, hibah penelitian, dan kerja sama industri.
- Mengembangkan skema praktikum daring sebagai pelengkap praktikum tatap muka melalui kerja sama dengan politeknik atau universitas mitra.
- Melibatkan alumni, praktisi industri, pengguna lulusan, dan advisory board secara terstruktur dalam evaluasi dan pengembangan kurikulum.
- Melakukan evaluasi kurikulum berkala dengan analisis SWOT serta menyelaraskan CPL dengan standar akreditasi internasional seperti IABEE dan AUN-QA/ALCHEM.
- Mengembangkan mata kuliah intensifikasi yang relevan dengan kekhasan Program Studi Teknik Kimia UNEJ.
- Menata ulang mekanisme Kerja Praktik dan penjadwalan Tugas Akhir mahasiswa agar lebih terstruktur.
- Membangun sistem penjaminan mutu internal berbasis data terintegrasi dengan mekanisme tindak lanjut evaluasi rutin per semester.
- Membangun sistem tracer study alumni yang lebih aktif melalui pemanfaatan media komunikasi digital.
- Mendorong partisipasi mahasiswa dalam kompetisi ilmiah nasional melalui kanal informasi lomba yang terpusat.
Rencana Keberlanjutan
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan benchmarking ini, Program Studi Teknik Kimia UNEJ akan menyusun rencana aksi perbaikan kurikulum, tata kelola akademik, dan pengelolaan laboratorium untuk diintegrasikan ke dalam dokumen kurikulum Program Studi tahun 2026. Selain itu, peluang kerja sama tridarma perguruan tinggi dengan Departemen Teknik Kimia UGM juga akan ditindaklanjuti, meliputi penjajakan MoU/MoA untuk pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, serta program Kampus Berdampak.
Monitoring dan evaluasi berkala terhadap implementasi hasil benchmarking juga akan dilakukan, termasuk pengembangan sistem penjaminan mutu internal dan sistem tracer study alumni. Ke depan, kedua institusi berpeluang menjajaki kegiatan lanjutan berupa kunjungan balasan (reciprocal visit), forum diskusi berkala, atau kolaborasi riset lanjutan guna menjaga keberlanjutan kemitraan yang telah terjalin.
Dengan berbagai tindak lanjut tersebut, kegiatan benchmarking ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan Program Studi Teknik Kimia Universitas Jember.