Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Jember terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, riset, serta kebutuhan dunia industri. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kuliah tamu bertajuk “Sinergitas Akademisi, Badan Riset, dan Industri” yang dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Jember sebagai bagian dari penguatan atmosfer akademik sekaligus implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Kuliah tamu menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang riset serta industri kimia, yaitu Deliana Dahnum, S.T., Ph.D., Peneliti Ahli Madya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Ir. Jawad Farisi, S.T., M.M., Vice President Unit Produksi III PT Petrokimia Gresik. Kehadiran kedua narasumber memberikan perspektif yang komprehensif mengenai keterkaitan antara penelitian, inovasi teknologi, dan implementasinya di dunia industri.

Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Jember ingin memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan sektor industri. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga mampu menjawab tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Mengupas Inovasi Sustainable Aviation Fuel Berbasis Bahan Baku Tropis
Pada sesi pertama, Deliana Dahnum, S.T., Ph.D., memaparkan materi berjudul “Integrated Tropical Feedstocks and Their Derivatives for Sustainable Aviation Fuel Using Metal/Metal Oxide-Based Materials.” Topik tersebut mengangkat hasil riset mengenai pemanfaatan berbagai bahan baku tropis (tropical feedstocks) sebagai sumber energi terbarukan untuk menghasilkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) melalui penggunaan katalis berbasis logam dan oksida logam (Metal/Metal Oxide-Based Materials).

Dalam paparannya, dijelaskan bahwa transisi menuju energi bersih menjadi salah satu tantangan global yang mendorong pengembangan bahan bakar ramah lingkungan, termasuk di sektor penerbangan. Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi sumber daya hayati yang melimpah sehingga berpeluang besar menjadi salah satu penghasil bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa proses konversi bahan baku tropis mampu menghasilkan hidrokarbon hingga 99,01% dengan komposisi karbon C11–C17 pada kondisi operasi optimum, yaitu temperatur 350°C, tekanan hidrogen 30 bar, dan waktu reaksi 4 jam. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan katalis berbasis logam dan oksida logam memiliki prospek yang sangat baik dalam mendukung pengembangan teknologi bahan bakar berkelanjutan.

Selain menjelaskan aspek teknis penelitian, narasumber juga menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset agar dapat diimplementasikan secara nyata untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi emisi karbon. Bagi mahasiswa, materi ini memberikan gambaran tentang bagaimana ilmu teknik kimia berperan dalam menjawab isu-isu global melalui inovasi teknologi yang berkelanjutan.

Mengenal Tantangan Industri Kimia Berskala Besar di PT Petrokimia Gresik
Sesi berikutnya menghadirkan Ir. Jawad Farisi, S.T., M.M., membagikan pengalaman tentang pengelolaan proses produksi di PT Petrokimia Gresik. Sebagai Vice President Unit Produksi III, beliau menjelaskan berbagai aspek operasional industri kimia yang berkaitan dengan pengelolaan produk pupuk NPK beserta produk turunannya, seperti asam sulfat (H₂SO₄), asam fosfat, asam fluosilikat, gipsum, silika, hingga aluminium fluorida (AlF₃).

Dalam paparannya, dijelaskan bahwa keberhasilan operasional industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk dalam jumlah besar, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kualitas produk secara konsisten, memenuhi target waktu distribusi, menerapkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Beliau menjelaskan bahwa Unit Produksi III PT Petrokimia Gresik berpedoman pada empat standar utama, yaitu:

  • menjaga kualitas dan kuantitas produksi;
  • memenuhi jadwal dan ketepatan waktu pengiriman (delivery);
  • menerapkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan; dan
  • mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam seluruh aktivitas operasional.

Keempat aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga daya saing perusahaan sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan. Melalui pemaparan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih nyata mengenai tantangan operasional industri kimia modern, termasuk pentingnya kemampuan teknis, komunikasi, kolaborasi, serta pemecahan masalah dalam lingkungan kerja profesional.

Menjembatani Dunia Akademik dengan Dunia Industri
Kuliah tamu ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan yang tidak selalu dapat ditemukan di ruang kelas. Melalui diskusi langsung dengan peneliti BRIN dan praktisi industri, mahasiswa dapat memahami bagaimana teori yang dipelajari selama perkuliahan diterapkan dalam kegiatan penelitian maupun proses produksi di industri.

Lebih dari itu, mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai perkembangan teknologi terkini, arah kebijakan riset nasional, kebutuhan kompetensi lulusan, hingga peluang karier yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan studi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk memperdalam kompetensi akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Bagi dosen, kegiatan ini turut menjadi media untuk memperluas jejaring akademik serta membuka peluang kolaborasi penelitian dengan lembaga riset maupun mitra industri. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Mendukung Peningkatan Mutu Program Studi
Penyelenggaraan kuliah tamu merupakan salah satu bentuk implementasi strategi Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Jember dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat capaian pembelajaran lulusan. Kehadiran narasumber dari lembaga riset nasional dan industri memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual sehingga mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai perkembangan profesi insinyur teknik kimia di era transformasi industri dan transisi energi.

Kegiatan seperti ini juga mendukung penguatan budaya riset, inovasi, serta kolaborasi yang menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan program studi. Selain memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan turut membuka peluang untuk mengembangkan kurikulum yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tuntutan kompetensi global, perguruan tinggi dituntut untuk mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, komunikatif, serta mampu bekerja secara kolaboratif. Oleh karena itu, keterlibatan mitra eksternal dalam proses pembelajaran menjadi salah satu strategi yang terus dikembangkan oleh Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Jember.

Komitmen Membangun Kolaborasi Berkelanjutan
Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Jember berharap kegiatan kuliah tamu ini tidak berhenti sebagai forum berbagi pengetahuan semata, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan. Berbagai peluang kolaborasi, seperti penyelenggaraan kerja praktik mahasiswa, penelitian bersama, pengembangan inovasi teknologi, kuliah praktisi, hingga seminar nasional dengan menghadirkan para narasumber sebagai keynote speaker, menjadi agenda yang akan terus diupayakan.

Melalui penguatan sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri, Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Jember optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring kemitraan, serta menghasilkan lulusan yang unggul, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan industri nasional maupun pengembangan teknologi berkelanjutan di masa depan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan mempertemukan perspektif akademisi, peneliti, dan praktisi industri dalam satu forum ilmiah, Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Jember terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan untuk menghadapi tantangan global.