Jember – Program Studi S1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember terus berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, salah satunya melalui penguatan kompetensi tenaga kependidikan. Pada 18–19 September 2026, Program Studi ini mendelegasikan Nurul Hidayati, S.Si yang merupakan pranata laboratorium pendidikan/laboran di Program Studi Teknik Kimia Universitas Jember untuk mengikuti kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi BNSP yang bertempat di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Laboratorium Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Islam Indonesia (LSP-UII), sebuah LSP Pihak Pertama yang telah berlisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pemilihan LSP-UII sebagai mitra didasarkan pada reputasi baik serta pengalaman panjangnya dalam menyelenggarakan sertifikasi kompetensi di lingkungan perguruan tinggi.
Latar Belakang dan Pentingnya Sertifikasi PLP
Peningkatan kualitas pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kompetensi mahasiswa, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia pendukung, termasuk Pranata Laboratorium Pendidikan. PLP memiliki peran strategis dalam menunjang kegiatan praktikum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga profesionalisme dan kompetensinya perlu terus diperkuat melalui mekanisme yang terukur dan diakui secara nasional.
Sertifikasi kompetensi bagi PLP juga menjadi kebutuhan mendesak mengingat tuntutan akreditasi program studi maupun institusi yang mensyaratkan ketersediaan tenaga kependidikan yang kompeten dan tersertifikasi sebagai salah satu indikator mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan rangkaian yang terstruktur. Pada hari pertama, Jumat (18/9), peserta mengikuti pembukaan dan pembekalan materi skema dasar Volumetri dan Gravimetri yang disampaikan oleh Yuli Rohyami, S.Si., M.Sc., dilanjutkan dengan praktik simulasi di Laboratorium Kimia Terapan bersama pemateri Febi Indah Fajarwati, S.Si., M.Sc.
Memasuki hari kedua, Sabtu (19/9), peserta menjalani tahap praktik observasi dan ujian wawancara untuk skema Volumetri dan Gravimetri yang diuji langsung oleh asesor dari Telapi. Seluruh rangkaian pelatihan dan uji kompetensi mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) No. 141 Tahun 2022, yang mencakup delapan unit kompetensi utama, di antaranya merencanakan dan melaksanakan pekerjaan laboratorium, menerapkan keselamatan kerja, memelihara sistem mutu, melakukan verifikasi peralatan, menyiapkan dan menstandarkan larutan kerja, melakukan pengujian dan prosedur kimia, hingga merekam dan menyajikan data.
Tantangan dan Evaluasi
Meski berjalan sesuai rencana, kegiatan ini menghadapi sejumlah tantangan. Jadwal pelaksanaan yang dipadatkan hanya dalam waktu dua hari membuat pemaparan materi menjadi kurang mendalam. Sebagai bahan evaluasi, disarankan agar peserta pada kegiatan sertifikasi berikutnya sudah mempelajari materi terlebih dahulu sebelum mengikuti pelatihan, sehingga proses pembekalan dapat berjalan lebih optimal.
Menjaga Keberlanjutan Program
Program Studi Teknik Kimia Universitas Jember memastikan bahwa hasil sertifikasi ini tidak berhenti pada perolehan sertifikat semata. Sertifikat kompetensi yang diperoleh akan didokumentasikan sebagai bagian dari data dukung akreditasi Program Studi, sekaligus menjadi acuan dalam pemetaan kompetensi PLP di lingkungan laboratorium Teknik Kimia.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Kimia Universitas Jember berharap dapat mempercepat peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi pada pencapaian standar akreditasi dan reputasi institusi yang lebih baik di masa depan.